MAKASSAR -- Ajang diskusi di redaksi Fajar Graha Pena, Rabu, 9 Juni menjadi ajang curhat masyarakat terkait maraknya aksi demontrasi. Ketua Kesmak Makassar, Subair mengkritik aksi unjuk rasa yang mengakibatkan sopir angkutan petepete tidak beroperasi.
"Kalau demo dan macet, maka dapur di rumah tidak berasap. Kapan ada demo selalu tutup jalan. Polri harus tegas menyikapi masalah ini. Jangan tutup jalan kalau demo!," pinta Subair di hadapan Kapolda Sulsel Adang Rochyana, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan Ketua BPMD Sulsel Irman Yasin Limpo dan peserta diskusi.
Menurut Subair, mahasiswa bisa saja menyampaikan aspirasi asal tidak merugikan masyarakat umum dan tidak menghalangi sopir petepete dalam mencari nafkah. Diskusi yang dipandu Wapimred Muh Yusuf AR tersebut menghadirkan Walikota Makassar, Kapolda Sulsel dan Irman Yasin Limpo.
Menurut Ilham, pihaknya siap bersikap tegas. Pihaknya juga berencana membuat panggung aspirasi di taman bawah jembatan fly over untuk kalangan yang akan berunjuk rasa. "Bagaimana kalau kita bikin ruang aspirasi dengan memanfaatkan taman bawah flyover. Kita akan siapkan sound system dan juga air minum. Kami akan bicarakan dulu dengan Dinas PU," janji alumni Unhas ini.
Ilham mengatakan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa harus mengenai substansinya dan tidak melanggar aturan. "Saya merindukan bagaimana kita menciptakan suasana kondusif tanpa harus menutup ruang demokrasi. Saya dan Kapolda siap mengawal mahasiswa atau LSM yang mau menyikapi persoalan yang terkait dengan kepentingan rakyat banyak. Tapi kita harus tetap berada pada etika dan koridor hukum, bukan ditabrak," tandasnya.
Irman juga mendukung jika disiapkan ruang aspirasi bagi mahasiswa maupun lembaga lain untuk menyalurkan aspirasi. Sedangkan Kapolda Sulsel menilai bahwa semua kembali kepada nilai-nilai agama setiap melaksanakan kegiatan. (nin)
dilansir dari fajar online
Rabu, 09 Juni 2010
Senin, 07 Juni 2010
Pembangunan Wisma HMI Butuh Rp 3 Miliar
Senin, 7 Juni 2010 | 09:17 WITA
MAKASSAR, TRIBUN - Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 M Jusuf Kalla meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Wisma Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Jl Botolempangan, Makassar, Minggu (6/6).
Ratusan mantan aktivis dan pengurus serta kader HMI Cabang Makassar menyaksikan prosesi tersebut. Jusuf Kalla yang di kalangan HMI akrab disapa Kak Ucu ini tiba bersama rombongan di Wisma HMI sekira pukul 09.45 wita.
Terlihat menemani Kalla di antaranya Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Dr Syahrir Kuba SIK, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Prof Halide, Prof Dali Amiruddin, Prof Dr Amiruddin Aliyah, Sekjen KAHMI Nasional Irman Tanjung, dan Indar Parawansyah, dan Ketua KPID Sulsel Aswar Hasan.
Pada kesempatan itu, Kalla juga didaulat memberi pidato. Dalam pidatonya, mantan aktivis HMI ini juga berharap pembangunan dan renovasi Wisma HMI bisa segera rampung. Menurutnya, wisma ini mempunyai banyak kenangan.
"Jadi setelah nantinya beroperasi dan selesai, saya harap dapat dijaga dengan baik," pesannya yang disambut aplaus.
3 Tahap
Pembangunan wisma itu dibagi menjadi tiga tahap. Tahap petama adalah renovasi bangunan lama. Disusul tahap kedua pembangunan ruang perpustakaan dan ruang rapat berlantai dua. Tahap terakhir adalah pembangunan kantor Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Badan Komunikasi (Badko) HMI serta guest house berlantai dua.
Biaya yang dibutuhkan untuk merombak Wisma HMI tersebut, menurut Biro Pengabdian Masyarakat KAHMI Abdul Muhlis Nur, mencapai Rp 3 Milyar. Dana ini diperoleh dari sumbangan pemda, pemkot, alumni HMI dan beberapa donatur lainnya.
Kegiatan kemarin juga dirangkaikan dengan penggalangan dana. Hasilnya sebanyak Rp 520 Juta dana terkumpul hari itu juga. Ketua KAHMI Nasional Dr Abidin Siregar dan Ilham Arief Sirajuddin masing-masing menyumbang Rp 100 juta. Agus Arifin Nu'mang menyumbangkan Rp 50 juta.
Sementara Jusuf Kalla, tidak menyebutkan angka pasti berapa yang disumbangkan untuk pembangunan wisma berlantai empat ini nantinya. Ia hanya mengatakan, "Saya cukup tanggulangi kekurangannya saja. Berapa yang kurang yah begitulah yang saya sumbang," kata Ucu yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).
Bosawa Corporation berjanji akan menanggung sepenuhnya proses pembangunan dan renovasi Wisma HMI tahap pertama. Bagi donatur yang ingin membantu pembangunan wisma ini dapat mengantarkan langsung bantuannya.
"Bisa juga melalui rekening Bank Mandiri Cabang Pelindo Makassar dengan nomor rekening 152-00-1709666-6," ujar Aziz Talib, salah satu Ketua Kolektif KAHMI Sulsel, kemarin.
Direncanakan wisma ini akan rampung akhir 2010 nanti. Sehingga diharapkan sudah bisa digunakan awal 2011 mendatang. Kegiatan ini dirangkaikan pula dengan aksi donor darah dan pembagian puluhan bibit pohon. (cr8)
Tribun Timur
MAKASSAR, TRIBUN - Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 M Jusuf Kalla meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Wisma Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Jl Botolempangan, Makassar, Minggu (6/6).
Ratusan mantan aktivis dan pengurus serta kader HMI Cabang Makassar menyaksikan prosesi tersebut. Jusuf Kalla yang di kalangan HMI akrab disapa Kak Ucu ini tiba bersama rombongan di Wisma HMI sekira pukul 09.45 wita.
Terlihat menemani Kalla di antaranya Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Dr Syahrir Kuba SIK, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Prof Halide, Prof Dali Amiruddin, Prof Dr Amiruddin Aliyah, Sekjen KAHMI Nasional Irman Tanjung, dan Indar Parawansyah, dan Ketua KPID Sulsel Aswar Hasan.
Pada kesempatan itu, Kalla juga didaulat memberi pidato. Dalam pidatonya, mantan aktivis HMI ini juga berharap pembangunan dan renovasi Wisma HMI bisa segera rampung. Menurutnya, wisma ini mempunyai banyak kenangan.
"Jadi setelah nantinya beroperasi dan selesai, saya harap dapat dijaga dengan baik," pesannya yang disambut aplaus.
3 Tahap
Pembangunan wisma itu dibagi menjadi tiga tahap. Tahap petama adalah renovasi bangunan lama. Disusul tahap kedua pembangunan ruang perpustakaan dan ruang rapat berlantai dua. Tahap terakhir adalah pembangunan kantor Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Badan Komunikasi (Badko) HMI serta guest house berlantai dua.
Biaya yang dibutuhkan untuk merombak Wisma HMI tersebut, menurut Biro Pengabdian Masyarakat KAHMI Abdul Muhlis Nur, mencapai Rp 3 Milyar. Dana ini diperoleh dari sumbangan pemda, pemkot, alumni HMI dan beberapa donatur lainnya.
Kegiatan kemarin juga dirangkaikan dengan penggalangan dana. Hasilnya sebanyak Rp 520 Juta dana terkumpul hari itu juga. Ketua KAHMI Nasional Dr Abidin Siregar dan Ilham Arief Sirajuddin masing-masing menyumbang Rp 100 juta. Agus Arifin Nu'mang menyumbangkan Rp 50 juta.
Sementara Jusuf Kalla, tidak menyebutkan angka pasti berapa yang disumbangkan untuk pembangunan wisma berlantai empat ini nantinya. Ia hanya mengatakan, "Saya cukup tanggulangi kekurangannya saja. Berapa yang kurang yah begitulah yang saya sumbang," kata Ucu yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).
Bosawa Corporation berjanji akan menanggung sepenuhnya proses pembangunan dan renovasi Wisma HMI tahap pertama. Bagi donatur yang ingin membantu pembangunan wisma ini dapat mengantarkan langsung bantuannya.
"Bisa juga melalui rekening Bank Mandiri Cabang Pelindo Makassar dengan nomor rekening 152-00-1709666-6," ujar Aziz Talib, salah satu Ketua Kolektif KAHMI Sulsel, kemarin.
Direncanakan wisma ini akan rampung akhir 2010 nanti. Sehingga diharapkan sudah bisa digunakan awal 2011 mendatang. Kegiatan ini dirangkaikan pula dengan aksi donor darah dan pembagian puluhan bibit pohon. (cr8)
Tribun Timur
Langganan:
Postingan (Atom)

