Rabu, 09 Juni 2010

Walikota akan Siapkan Ruang Aspirasi Demontrasi

MAKASSAR -- Ajang diskusi di redaksi Fajar Graha Pena, Rabu, 9 Juni menjadi ajang curhat masyarakat terkait maraknya aksi demontrasi. Ketua Kesmak Makassar, Subair mengkritik aksi unjuk rasa yang mengakibatkan sopir angkutan petepete tidak beroperasi.

"Kalau demo dan macet, maka dapur di rumah tidak berasap. Kapan ada demo selalu tutup jalan. Polri harus tegas menyikapi masalah ini. Jangan tutup jalan kalau demo!," pinta Subair di hadapan Kapolda Sulsel Adang Rochyana, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan Ketua BPMD Sulsel Irman Yasin Limpo dan peserta diskusi.



Menurut Subair, mahasiswa bisa saja menyampaikan aspirasi asal tidak merugikan masyarakat umum dan tidak menghalangi sopir petepete dalam mencari nafkah. Diskusi yang dipandu Wapimred Muh Yusuf AR tersebut menghadirkan Walikota Makassar, Kapolda Sulsel dan Irman Yasin Limpo.

Menurut Ilham, pihaknya siap bersikap tegas. Pihaknya juga berencana membuat panggung aspirasi di taman bawah jembatan fly over untuk kalangan yang akan berunjuk rasa. "Bagaimana kalau kita bikin ruang aspirasi dengan memanfaatkan taman bawah flyover. Kita akan siapkan sound system dan juga air minum. Kami akan bicarakan dulu dengan Dinas PU," janji alumni Unhas ini.

Ilham mengatakan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa harus mengenai substansinya dan tidak melanggar aturan. "Saya merindukan bagaimana kita menciptakan suasana kondusif tanpa harus menutup ruang demokrasi. Saya dan Kapolda siap mengawal mahasiswa atau LSM yang mau menyikapi persoalan yang terkait dengan kepentingan rakyat banyak. Tapi kita harus tetap berada pada etika dan koridor hukum, bukan ditabrak," tandasnya.

Irman juga mendukung jika disiapkan ruang aspirasi bagi mahasiswa maupun lembaga lain untuk menyalurkan aspirasi. Sedangkan Kapolda Sulsel menilai bahwa semua kembali kepada nilai-nilai agama setiap melaksanakan kegiatan. (nin)




dilansir dari fajar online

Senin, 07 Juni 2010

Pembangunan Wisma HMI Butuh Rp 3 Miliar

Senin, 7 Juni 2010 | 09:17 WITA

MAKASSAR, TRIBUN - Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004-2009 M Jusuf Kalla meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Wisma Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar, Jl Botolempangan, Makassar, Minggu (6/6).


Ratusan mantan aktivis dan pengurus serta kader HMI Cabang Makassar menyaksikan prosesi tersebut. Jusuf Kalla yang di kalangan HMI akrab disapa Kak Ucu ini tiba bersama rombongan di Wisma HMI sekira pukul 09.45 wita.
Terlihat menemani Kalla di antaranya Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Dr Syahrir Kuba SIK, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Prof Halide, Prof Dali Amiruddin, Prof Dr Amiruddin Aliyah, Sekjen KAHMI Nasional Irman Tanjung, dan Indar Parawansyah, dan Ketua KPID Sulsel Aswar Hasan.
Pada kesempatan itu, Kalla juga didaulat memberi pidato. Dalam pidatonya, mantan aktivis HMI ini juga berharap pembangunan dan renovasi Wisma HMI bisa segera rampung. Menurutnya, wisma ini mempunyai banyak kenangan.
"Jadi setelah nantinya beroperasi dan selesai, saya harap dapat dijaga dengan baik," pesannya yang disambut aplaus.

3 Tahap
Pembangunan wisma itu dibagi menjadi tiga tahap. Tahap petama adalah renovasi bangunan lama. Disusul tahap kedua pembangunan ruang perpustakaan dan ruang rapat berlantai dua. Tahap terakhir adalah pembangunan kantor Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Badan Komunikasi (Badko) HMI serta guest house berlantai dua.
Biaya yang dibutuhkan untuk merombak Wisma HMI tersebut, menurut Biro Pengabdian Masyarakat KAHMI Abdul Muhlis Nur, mencapai Rp 3 Milyar. Dana ini diperoleh dari sumbangan pemda, pemkot, alumni HMI dan beberapa donatur lainnya.
Kegiatan kemarin juga dirangkaikan dengan penggalangan dana. Hasilnya sebanyak Rp 520 Juta dana terkumpul hari itu juga. Ketua KAHMI Nasional Dr Abidin Siregar dan Ilham Arief Sirajuddin masing-masing menyumbang Rp 100 juta. Agus Arifin Nu'mang menyumbangkan Rp 50 juta.
Sementara Jusuf Kalla, tidak menyebutkan angka pasti berapa yang disumbangkan untuk pembangunan wisma berlantai empat ini nantinya. Ia hanya mengatakan, "Saya cukup tanggulangi kekurangannya saja. Berapa yang kurang yah begitulah yang saya sumbang," kata Ucu yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).
Bosawa Corporation berjanji akan menanggung sepenuhnya proses pembangunan dan renovasi Wisma HMI tahap pertama. Bagi donatur yang ingin membantu pembangunan wisma ini dapat mengantarkan langsung bantuannya.
"Bisa juga melalui rekening Bank Mandiri Cabang Pelindo Makassar dengan nomor rekening 152-00-1709666-6," ujar Aziz Talib, salah satu Ketua Kolektif KAHMI Sulsel, kemarin.
Direncanakan wisma ini akan rampung akhir 2010 nanti. Sehingga diharapkan sudah bisa digunakan awal 2011 mendatang. Kegiatan ini dirangkaikan pula dengan aksi donor darah dan pembagian puluhan bibit pohon. (cr8)


Tribun Timur



Selasa, 01 Juni 2010

Israel Bantai 19 Relawan

JERUSALEM -- Israel menuai protes dan kecaman dari seluruh dunia. Hal itu terjadi setelah marinir dan pasukan komando TNI-AL negara tersebut menyerbu dan menyerang armada enam kapal yang membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza, Senin pagi 31 Mei.

Serangan atas rombongan kapal yang tergabung dalam Freedom Fotilla itu terjadi di wilayah perairan internasional dekat Jalur Gaza sebelum subuh. Dalam serangan tersebut, sedikitnya 19 penumpang kapal bantuan tewas dan 36 lainnya luka-luka.

Setelah insiden tersebut, enam kapal asing berikut para penumpang dan isinya dibawa ke Ashdod, kota pelabuhan Israel. Kabarnya, hingga malam tadi, sekitar 700 orang yang menumpang kapal-kapal itu masih diinterogasi militer Israel.

Ada beberapa informasi soal korban jiwa dalam serangan tersebut. Militer Israel menyebutkan bahwa 10 penumpang kapal Mavi Marmara yang berbendera Turki tewas. Tetapi, stasiun televisi Israel, Channel 10 TV, melaporkan bahwa 19 penumpang kapal tewas dan 36 lainnya luka-luka dalam serangan itu.

Sementara itu, IHH, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Turki yang tergabung dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut, menyatakan, sedikitnya 15 tewas. Sebagian besar korban adalah warga negara Turki.

Penumpang kapal-kapal itu merupakan relawan dan aktivis dari Turki, Eropa, Israel, Palestina, Israel, dan AS. Ada pula anggota parlemen Eropa dan sejumlah tokoh lintas agama.

Pembantaian berdarah tersebut mengakhiri misi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dikenai blokade dan embargo oleh Israel beberapa tahun ini. Insiden itu juga terjadi sebelum pertemuan bilateral Presiden AS Barack Hussein Obama dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Washington DC.

Reporter stasiun TV Al-Jazeera melaporkan, tentara Israel terus menembaki kapal-kapal bantuan sebelum menyerbu dan menaikinya. Saat kejadian itu, dia menumpang salah satu di antara tiga kapal berbendera Turki yang tergabung dalam rombongan. Dua kapal lainnya berbendera Yunani dan satu lagi berbendera AS.

Tetapi, tentara Israel mengklaim hanya menembak setelah diserang para aktivis dengan tongkat, pisau, dan api. Israel juga telah menyita ''senjata-senjata'' yang digunakan para aktivis tersebut.

"Di atas kapal, kami menemukan sejumlah senjata yang siap digunakan dan yang telah dipakai untuk menyerang pasukan kami,'' kata Wakil Menlu Israel Danny Ayalon. ''Tujuan penyelenggara (bantuan) itu adalah melakukan kekerasan. Akibatnya, juga terjadi kekerasan dan membawa korban. Israel menyesalkan jatuhnya korban tewas dan telah berupaya untuk menghindari,'' lanjutnya.

Dari rekaman video milik rombongan kapal, jelas terlihat bahwa tentara Israel memerintahkan armada Freedom Fotilla untuk berhenti. Selanjutnya, tentara Israel menaiki kapal dan terlibat kontak fisik dengan penumpang. Seorang pria penumpang kapal mengayunkan kayu ke arah tentara Israel.

Dalam rekaman yang telah disebarkan ke seluruh jaringan internet itu, pasukan komando Israel yang memakai tutup wajah dan kepala warna hitam turun dari helikopter. Setelah terjadi kontak fisik, beberapa orang terluka dan terbaring di dek kapal.

Televisi Israel juga menayangkan gambar aktivis yang menikam seorang tentara Israel. Anggota pasukan serbu Israel menuturkan, dia diserang dengan logam batangan dan pisau saat turun ke kapal dari helikopter sekitar pukul 04.00 (pukul 08.00 WIB). ''Beberapa aktivis yang berbicara dalam bahasa Arab lantas mencoba untuk menyandera kami,'' katanya.

Israel mengklaim, 10 tentaranya juga terluka dalam bentrok tersebut. Dua di antaranya luka parah. Para korban luka, termasuk penumpang kapal bantuan, dilarikan ke rumah sakit Israel dengan helikopter.

Serangan Israel tersebut menuai reaksi dari seluruh dunia. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut serangan itu sebagai "pembunuhan masal atau pembantaian". Abbas juga mengumumkan masa berkabung tiga hari.

Bersama otoritas Palestina, dia menyerukan Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengadakan pertemuan darurat. Seruan pertemuan darurat DK PBB juga dilontarkan PM Lebanon Saad Hariri.

Komunitas Arab menyerukan balasan terhadap serangan Israel. Mereka juga menyuarakan protes dan unjuk rasa di semua negara. Para pemimpin muslim mengutuk serangan itu sebagai ''kejahatan'' dan ''tidak manusiawi''.

Bahkan, sejumlah negara yang dekat dan menjadi sekutu Israel juga bereaksi dengan membekukan hubungan militer. Mereka juga memanggil duta besar Israel di negara mereka untuk menyampaikan nota protes diplomatik. Reaksi itu tidak berlebihan karena para penumpang kapal bantuan berasal dari banyak negara.

Kecam

Sementara itu, pemerintah Indonesia mengecam dan mengutuk Israel yang menyerang misi kemanusiaan Freedom Flotilla di kapal Mavi Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina. Pemerintah juga akan terus berusaha memastikan nasib warga negara Indonesia yang turut serta dalam misi pelayaran kemanusiaan tersebut.

"Tentu sikap kita terhadap tindakan Israel itu mudah, jelas, dan lugas. Tentu kita mengecam serta mengutuk tindakan Israel menyergap kapal kemanusiaan itu, bahkan di luar perairannya,'' kata Menlu Marty Natalegawa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 31 Mei.

Menurut Marty, Israel telah melakukan kesalahan ganda dengan menyergap kapal misi kemanusiaan tersebut. Selain tak ada dasar untuk menyergap, tindakan blokade yang dilakukan tentara zionis itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

''Pendek kata, sangat jelas hitam putih. Dalam arti kata, Israel telah melanggar hukum internasional, bukan saja tindakan penyergapannya, tapi juga blokadenya. Ada kesalahan pelanggaran hukum multidimensional, baik penyergapannya maupun blokadenya,'' terang Marty.

12 Relawan RI Belum Jelas

Hingga malam tadi, belum ada kejelasan soal nasib 12 relawan Indonesia yang berangkat ke Jalur Gaza, Palestina, dengan menumpang kapal Mavi Marmara. Mereka tergabung dalam tim relawan pembangunan rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza. Di antara jumlah itu, lima orang adalah relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).

Chief Presidium MER-C Sarbini Abdul Murad mengatakan, sebelum kapal relawan diserang tentara Israel, pihaknya menghubungi ketua tim relawan Nur Fitri Moeslim Taher. ''Terakhir, saya mendapat informasi sebelum mereka bersandar,'' katanya saat dihubungi malam tadi.

Menurut Sarbini, informasi tersebut diperolehnya dari Fitri melalui pesan singkat lewat ponsel (SMS). Isinya berupa pemberitahuan bahwa dua jam lagi kapal bersandar di pelabuhan Israel. ''SMS itu dikirim saat mereka masih di tengah laut,'' ujarnya.

Setelah menerima SMS tersebut, kata Sarbini, pihaknya mendapatkan kabar bahwa kapal mereka diserang tentara Israel. Hingga malam tadi, seluruh relawan tidak bisa dihubungi, baik melalui ponsel maupun internet. "Kami sudah coba mengirim pesan, tapi belum ada jawaban," jelasnya.

Salah seorang pendiri MER-C Yogi Prabowo menegaskan, selain ada lima relawan MER-C, dalam kapal tersebut terdapat empat relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) serta tiga relawan dari media cetak Sahabat Al-Aqsa dan Hidayatullah. ''Total relawan Indonesia berjumlah 12 orang,'' ungkapnya.

Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi itu menambahkan, seluruh relawan asal Indonesia tidak bisa dihubungi. Bahkan, pemerintah Israel dan pemerintah Turki juga belum memberikan informasi yang tepat. ''Masih simpang siur, tapi kami selalu berupaya berkomunikasi dengan mereka,'' tuturnya.

Menurut Yogi, informasi terakhir yang didapatkan MER-C, 19 korban meninggal dunia dan 30 luka-luka dalam penyerangan tersebut. ''Kami dapatkan informasi itu melalui media. Kami belum bisa cek kebenarannya,'' ujarnya.

Meski belum mendapatkan informasi yang jelas, Yogi optimistis bisa meneruskan misi pembangunan rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza. ''Misi kami harus terus maju, meski kejahatan terhadap kemanusiaan menghalangi,'' tegasnya.

MER-C memberangkatkan lima relawan untuk menembus Jalur Gaza pada 19 Mei lalu. Mereka adalah Abdillah Onim, Dr Arief Rachman, Nur Ikhwan Abadi, Nur Fitri Moeslim Taher, dan Muhammad Yasin dari TVOne. (jpnn)

Sumber : Fajar Online

Minggu, 30 Mei 2010

Jadilah Sahabat Bumi!


Apakah kita pernah tersadar dimanakah kita sekarang ini? Kita sebagai manusia hidup di Bumi mulai dari lahir, kecil, beranjak dewasa, sampai kita meninggal. Kita sangat berhutang budi pada Bumi, planet tempat tinggal kita yang tercinta ini.

Tetapi, berapa banyak kita telah mengotori Bumi, merusak Bumi, dan membuat Bumi ini menjadi tidak indah lagi? Kadang-kadang kita tidak sadar bahwa perbuatan kita sangat merusak Bumi dan terkesan tidak berterima kasih pada Bumi yang telah berjasa banyak pada Bumi.

Oleh karena itu, kita harus mulai mengubah hidup kita agar perbuatan kita ini tidak lagi merusak Bumi. Tentunya kita adalah manusia yang tidak dapat melakukan semua hal. Jadi, kita cukup melakukan perbuatan yang dapat kita lakukan dan tidak perlu memaksakan diri. Jika kita hanya dapat berbuat hal-hal yang sederhana, ya kita lakukan hal sederhana tersebut. Jangan hanya karena hal sederhana yang bis kita lakukan, kita malu untuk melakukannya sehingga kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi juga kita harus mengembangkan diri supaya bisa melakukan hal yang lebih besar lagi. Yang terpenting adalah niat dan keikhlasan.

Hal-hal kecil yang dapat kita lakukan misalnya adalah membuang sampah pada tempatnya, melakukan penghematan listrik, menghemat Bahan Bakar Minyak dan masih banyak lagi.Mungkin kita sudah bosan dengan kata-kata "Buanglah Sampah Pada Tempatnya". Kita mendengar kata-kata itu sejak kita kecil sampai dewasa. Tetapi apakah kita sudah melakukan hal yang kita anggap sederhana tersebut? Mungkin ya, mungkin tidak. Kadang-kadang untuk sampah yang besar kita ingat, tetapi jika sampahnya kecil seperti sobekan kertas, plastik, atau bungkus snack, kita membuangnya begirtu saja. Jika kita ada di kelas, maka kita taruh sampah tersebut dikolong meja. jika ada diangkot maka ditaruh dibawah tempat duduk.

Hal itu tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tetapi juga oleh orang dewasa. Itu menandakan bahwa yang terpenting adalah kesadaran diri. Usia tidak berpengaruh pada sikap seseorang. Yang paling berpengaruh adalah kesadaran. Itu yang paling penting. Begitu juga dengan penggunaan listrik dan air. Kita selalu menganggap bahwa lebih banyak orang yang menngunakan air lebih banyak dari diri kita sendiri sehingga kita berpikir kalaupun kita menghemat, tetap saja tidak akan berguna. Itu adalah pemikiran yang salah. Jika semua orang berfikir itu, maka tidak akan ada yang berhemat bukan? Kita harus menanamkan pikiran segala sesuatu hal yang baik itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan menunggu orang lain untuik berbuat hal kebaikan.

Oleh karena itu, maka untuk menjaga lingkungan kita ini, lingkungan Bumi kita yang tercinta ini, lakukanlah suatu hal yang kecil karena sesuatu yang besar itu tidak ada sebelum ada hal yang kecil. Jika hal kecil itu dilakukan oleh banyak orang, maka hal kecil itu akan menjadi hal yang besar. Jika seribu orang membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan, maka daerah tersebut akan menjadi bersih. Tetapi jika seribu orang membuang sampah sembarangan, maka tentunya daerah itu akan sangat kotor sekali.

Jadi, janganlah pernah meremehkan hal-hal kecil seperti menghemat listrik, menghemat air, menghemat BBM, atau membuang sampah pada tempatnya. Lakukan mulai dari diri sendiri lalu tularkanlah pada orang-orang disekitar anda. Jadilha sahabat Bumi dan cintailah Bumi ini. Semoga jika kita telah melakukan hal terbaik yang bisa kita lakukan, Bumi ini kembali indah, sejuk, segar dan udaranya nyaman sehingga ita semakin senang hidup di Bumi ini. JADILAH SAHABAT BUMI!

Jumat, 05 Maret 2010

kronologis penerangan wisma HMI cabang makassar

Waktu
16. 30 – 20. 00 :
Sejumlah aktivis HMI bersama sejumlah Mahasiswa Universitas “45” Makassar melakukan Aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas “45” Makassar menuntut Penyelesaian Kasus SKANDAL BANK CENTURY sambil memblokir jalan dan membakar ban bekas, dalam proses berjalanya aksi tersebut ada sekelompok orang yang tidak dikenal yang terindikasi sebagai anggota Densus 88 POLDA SULSELBAR kemudian hadir dalam krumunan aksi tersebut, sehingga untuk mencegah profokasi aksi coba untuk di hentikan, dan mencoba untuk mengidentifikasi lebih jauh orang yang tidak dikenal tersebut namun terjadi semacam gesekan dan kesalapahaman antara salah satu anggota densus tersebut dengan peserta aksi, setelah mencoba untuk melakukan negosisasi perdamaian dengan melewati beberapa Mahasiswa senior dan aparat yang bertugas di tempat tersebut namun peserta aksi tidak mendapat respon untuk berdamai, sehingga peserta aksi memutuskan untuk melanjutkan aksi di depan Wisma HMI Cabang Makassar di Jl. Botolempangan No. 39 Makassar dalam perjalanan ke Wisma HMI cabang Makassa, kami di ikuti, di ancam dan coba di hentikan oleh anggota pansus tersebut yang berjumlah sekitar 15 orang dengan menggunakan Speda Motor namun tidak berhasil.
Setelah kami tiba di Wisma HMI Cabang Makassar anggota Densus tersebut langsung bertindak represif dengan cara memukuli semua kader HMI yang sementara sudah berada dalam Wisma serta memecahkan kaca pintu wisma dengan menggunakan gagang pistol.

20.23 – 23. 00

Karena kami merasa direpresif dan memasuki aula Wisma sehingga kami melakukan perlawanan setelah beberapa lama kemudian anggota densus tersebut meninggalkan Wisma dan secara bersamaan kami melakukan Aksi sebagai bentuk kecaman yang dilakukan oleh anggota densus tersebut dan kader-kader HMI sudah mulai berdatangan di Wisma untuk membantu.

23.00 – 22.30 :
Setelah berselang beberapa lama melakukan aksi di depan Wsima, Kapolda SULSELBAR tiba di wisma HMI Cabang Makassar untuk melihat keadaan wisma dan melakukan dialog kecil dengan seluruh anggota HMI yang berada di Wisma pada waktu itu dan di kahir pembicaraan Kapolda meminta untuk ke POLWILTABES untuk melapor terkait dengan penyerangan tersebut dan KAPOLDA juga menunggu di sana untuk melakukan dialog dengan anggota HMI lebih jauh, namun ironisnya setiba di kator POLWILTABES anggota HMI di antaranya Pengurus HMI Cabang Makassar yaitu Ketua Umum, Sekretaris Umum dan beberapa pengurus Presidium Cabang, kembali mendapat perlakukan represif dengan cara Pemukulan, Pengeroyokan, penyeretan dan penahanan dalam ruang sel oleh aparat kepolisian yang di POLWILTABES Makassar pada malam hari itu.

23.50 – 00.00 :
Setelah insiden represif kepolisian di kantro POLWILTABES kami kembali ke Wisma HMI Cabang Makassar untuk melakukan konsolidasi kembali atas insiden tersebut sambil melakukan aksi demonstrasi kembali di depan Wisma HMI Cabang Makassar, dan tidak lama kemudian kami kembali lagi ke kantor POLWILTABES Makassar untuk di Fisum luka-luka dan korban hasil dari insiden tersebut.

Kamis, 04 Maret 2010
Waktu
09.00 – 12.00
Ke esok harinya karena belum mendapat sebuah kepastian yang jelas dari pihak Kepolisian atas insiden sebelumnya, kami kembali melakukan aksi di depan Wisma HMI Cabang Makassar dan memblokir sepanjang Jalan Botolempangan setelah hampir satu harian melakukan aksi tetap belum mendapat kepastian hukum dari aparat kepolisian, sehingga seluruh peserta aksi merasa geram dan terpicu emosionalnya menyepakati untuk mendatangi Polsek Ujung Pandang yang tidak jauh dari Wisma HMI Cabang Makassar, setelah tiba di Polsek tersebut karena peserta aksi semakin banyak sudah tidak mampu terbendung maka terjadilah pelemparan kantor kepolisian tersebut.

12.15 - 12.20 :
Setelah peserta aksi melakukan pelemparan di kanrtor Polsek, kami kembali mendapat penyerangan dari aparat kepolisian, karena kekuatan kepolisian tidak mampu memgimbangi massa aksi, maka pihak kepolisian mencoba memprofokasi beberapa masyarakat sekitar 4 orang warga untuk melempar ke arah massa aksi, dan pada saat saling lempar antara wagra yang diprofokasi dan kepolisian tidak lama kemudian semakin banyak aparat yang hadir dengan menggunakan pakaian preman seperti pakaian warga yang mengatas namakan diri sebagai warga yang resah karena penutupan jalan Botolempangan. Setelah kami melakukan pertahanan yang cukup lama dan mencoba meminta kepada warga yang terprofokasi untuk keluar dari barisan polisi, aparat kepolisian (Intel) yang menggunakan pakaian preman terus berdatangan dan memberikan komando untuk melempar sampai kami terdesak masuk dalam wisma dan mencoba untuk mengamankan diri dan berlindung, Secara bersamaan aparat kepolisian terus melempar ke arah Wisma HMI Cabang Makassar, dan terus masuk memporak-porandakan semua inventaris Wisma HMI dan merusak sejumlah Speda Motor yang diparkir di dalam Wisma HMI Cabang Makassar serta sejumlah kursi dan satu Unit Komputer dan beberapa inventaris hilang.
Setelah kami sudah tidak mampu melakukan perlawanan kamipun sekitar 23 orang terjebak dalam area Wisma di tangkap dan di amankan di POLWILTABES Makassar

Makassar, 05 Maret 2010

Pengurus
Himpunan Mahasiswa Islam
Cabang Makassar




AMAL SAKTI
Ketua Umum

Sabtu, 20 Februari 2010

diskusi rutin tiap minngu

kepada seluruh anggota komisariat sejajaran HMI cabang makassar untuk mengahadiri diskusi mingguan HMI cabang makassar.
atas perhatian dan kehadiranya
kami ucapkan terima kasih
billahi taufik wal hidayah
wassalamualaikum Wr. Wb. kth.
yakusa

waktu : mulai kamis 25 februari
pukul : 15 :00 hingga selesai
tempat : wisma HMI cabang makassar Jl. botolempangan No. 39 makassar

Selasa, 26 Januari 2010

milad HMI ke 63.hmi kita


Talk show
- Bursa Buku
- Lomba Karya Tulis Ilmiah
- Perlombaan Futsal
- Pemutaran Film (Mencari Jiwa dan Rekaman
Hasil SEMILOKA NDP HMI)

2. Dialoq Publik
- Dialoq Keummatan
- Debat Mahasiswa se Makassar

3. Bakti sosial
- Kunjungan ke Panti Asuhan
- Donor Darah
- khitanan Massal
- Pengobatan Gratis
- Penyuluhan Kesehatan

4. Resepsi
- Penganugrahan HMI a wards
- Dialoq HMI-KAHMI
- Dzikir / Renungan Bersama
- 63 Tanggapan Masyarakat tentang HMI (HMI Cab. Makassar)
- 39 catatan kenangan Wisma HMI Cabang Makassar
- Pengumpulan tanda tangan untuk mendukung Prof. Lafran Pane
sebagai Pahlawan Nasional
- Launching Program Unggulan HMI Cab. Makassar
Periode 2009 - 2010 M / 1430 - 1431 H

...............Waktu dan Tempat Pelaksanaan................
hari / Tanggal : Senin, 01 - Sabtu, 05 Februari 2010
tempat : Wisma HMI Cab. Makassar Jl. Botolempangan No. 39

Bahagia HMI.....
Yakin Usaha Sampai.....

Senin, 04 Januari 2010

selamat datang di blognya botolempangan

selamat datang di botolempangan 39 tempat di mana sejarah membeku dan mimpi begitu dingin....
kabarkan harapan harapan anda tentang hijau hitam yang tak lagi seksi

sukseskan milad HMI di cabang makassar yang ke ^#

sukseskan milad HMI  di cabang makassar yang ke ^#
logo milad ke 63